STUDI IMPLEMENTASI MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL BROTHERS SOLO BARU PT WIJAYA KARYA BANGUNAN GEDUNG

Analisis Data

Pada tahap ini menjelaskan mengenai analisis hasil kuesioner seluruh jumlah pekerja yang telah didapat dari pengolahan data dengan pendekatan safety passport 7 rules dan analisis kondisi sistem manajemen keselamatan dan kesehatan perusahaan pada proses proyek pembangunan Hotel Brothers Solo Baru oleh PT Wijaya Karya Bangunan Gedung.

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Perusahaan/ Proyek

Pada umumnya sistem keselamatan dan kesehatan kerja yang diterapkan pada PT Wijaya Karya (WIKA) sudah mengikuti standard peraturan pemerintah yang telah ada dan penerapan keselamatan kerja bukan K3 lagi, melainkan Safety Health and Enviroment (SHE). Penerapan tersebut harus sudah diterapkan pada proyekproyek WIKA dan anak perusahaannya dengan toleransi zero. Sistem manajemen yang diterapkan oleh PT Wijaya Karya (WIKA) atau diproyek pembangunan Hotel Brothers Solo Baru oleh PT Wijaya Karya Bangunan Gedung. ada 4, yaitu:

  1. Manajemen Mutu Manajemen mutu yang telah diterapkan oleh WIKA banyak jenisnya dari mulai ISO 9001:2008, ISO 14001:2004/ SNI 19-14001:2005, dan OHSAS18001:2007.
  2. Manajemen Safety Health and Enviroment (SHE) Dalam aplikasi SHE yang penting adalah kepedulian dan tindakan hatihati. Dibawah ini merupakan kegiatan safety pada proyek pembangunan Hotel Brothers adalah :
  3. Safety Induction Suatu komunikasi yang dilakukan oleh Safety Officer mengenai penjelasan K3 kepada pihak yang berkepentingan dan pekerja sebelum malakukan pekerjaan. Hal-hal yang wajib diketahui seperti pemakaian ID Card, APD, jangan buang sampah dan tindakan apa apabila terjadi keadaan darurat. Gambar 4.1 menunjukan kegiatan safety induction. Gambar 4.1 Kegiatan Safety Induction
  4. Safety Morning Talk Suatu komunikasi yang dilakukan oleh Safety Officer mengenai penjelasan K3 kepada pihak yang berkepentingan dan pekerja. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada setiap bulan pertama dan bulan terakhir sekali dan penjelasaan yang diberikan hampir sama dengan safety induction. Gambar 4.2 menunjukan kegiatan safety morning
  5. Safety Tool Box Meeting Suatu komunikasi yang dilakukan oleh Safety Officer mengenai penjelasan K3 kepada pihak yang berkepentingan dan pekerja. Biasanya penjelasaan mengenai pekerjaan-pekerjaan yang baru akan dilakukan. Gambar 4.3 menunjukan kegiatan safety tool box meeting.
  6. Safety Meeting Suatu komunikasi yang dilakukan oleh Manejer Proyek dan Safety Officer mengenai penjelasan K3 kepada pihak yang berkepentingan. Seperti Owner, Badan K3, dll. Gambar 4.4 menunjukan kegiatan safety meeting
  7. Pelatihan SHE Berkala Pelatihan ini merupakan pelatihan penanganan kecelakaan dan jalur evakuasi. Seperti pencegahan kebakaran, simulasi keadaan darurat.
  8. Up date Papan Info Pemasangan rambu-rambu mengenai keselamatan dan kesehatan kerja. Gambar 4.5 rambu-rambu mengenai K3.
  9. Manajemen Sistem Pengamanan/Penanganan Apabila terjadi kecelakaan kerja sistem penanganan yang dilakukan sangat terstruktur, dimulai terjadinya kecelakaan, pertolongan pertama, klinik atau rumah sakit terdekat, pengarahan, pembinaan dan pelaksanaan K3 lebih lanjut lalu menganalisis penyebab kecelakaan dan solusi untuk menghindari terulang kembali kecelakaan. Gambar 4.6 menunjukan penaganan dalam terjadinya kecelakaan.
  10. Manajemen 5R 5R diantaranya, ringkas, rapih, resik, rawat, dan rajin. Manajemen ini biasanya lebih kepada kebersihan lingkungan dan selalu dilakukan inspeksi terhadap lingkungan proyek.

 

PEMBAHASAN

Berdasarkan safety passport 7 rules, rules 1 merupakan keadaan kondisi tempat yang berpotensi bahaya. Dimana setiap pekerja harus mengetahui risiko yang akan terjadi pada pekerjaan yang dilakukan. Pada rules 2, pekerja diharuskan wajib mempunyai pemikiran yang kritis untuk membedakan kondisi pekerjaan yang baik dilakukan sebagai mestinya dan kebiasaan kurang baik. Ini bertujuan agar setiap pekerjaan yang dilakukan tidak hanya dikerjakan begitu saja tanpa memikirkan resiko apa yang akan terjadi apabila tidak memikirkan bahaya yang terjadi pada pekerjaan yang akan sedang dilakukan. Pada rules 3, mewajibkan pekerja menggunakan pelidung diri pada saat bekerja. Rules ini bertujuan agar pekerja dapat terlindungi dari bahaya. Pada rules 4, setiap pekerja harus mengikuti peraturan dan prosedur yang telah ditetapkan atau disesuaikan oleh perusahaan, perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user 54 agar kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan dapat tercapai dengan menghindari risiko kecelakaan. Pada rules 5, pekerja harus bertanggung jawab atas kebersihan lingkungan sekitarnya atau pekerjaannya, agar pekerja dalam melakukan pekerjaannya nyaman dalam melakukan pekerjaannya. Pada rules 6, pekerja diwajibkan atau mengutamakan keselamatan, sebab keselamatan dalam melakukan pekerjaan sangat penting. Dan yang terakhir yaitu pada rules 7, pekerja harus mengetahui kondisi apabila terjadi kecelakaan atau bahaya yang akan terjadi, agar pekerja mengetahui bagaimana cara menanggulanggi kecelakaan tersebut. Berikut adalah deskripsi responden dari semua pekerja.

 

Usulan perbaikan merupakan tujuan meningkatkan kinerja sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja pada perusahaan/proyek yang dilakukan, untuk meminimalisir risiko terjadinya kecelakaan akibat pekerjaan yang dilakukan pada proyek. Berikut merupakan usulan yang dapat diberikan kepada perusahaan sebagai bahan pertimbangan untuk meminimisasi risiko kecelakaan dan keselamatan kerja diperusahaan atau proyek. Berdasarkan analisis yang didapat dari penelitian dengan ini peneliti dapat memberikan usulan berdasarkan safety paspport 7 rules yang dihasilkan dari analisis, yaitu:

Rules 1 Saya Harus Mencari Keadaan Tempat yang Berpotensi Bahaya Pada rules ini pekerja harus mengetahui atau lebih waspada dan berhati-hati terhadap potensi bahaya pada masing-masing pekerjaannya, agar kemungkinan terjadinya bahaya pada saat melakukan pekerjaan dapat dihindari dan di minimisasi.

Rules 2 Saya Harus Berpikir Sebelum Melakukan Tindakan Pada rules ini pekerja dituntut setiap melakukan pekerjaan harus memikirkan potensi bahaya yang akan terjadi pada pekerjaannya, agar kemungkinan terjadinya potensi bahaya pada saat melakukan pekerjaan dapat dihindari dan diminimalisir.

Rules 3 Saya Harus Melindungi Diri Dengan Personal Protect Equipment Pada rules ini pekerja wajib menggunakan alat pelindung diri, agar kemungkinan terjadinya bahaya pada saat melakukan pekerjaannya dapat dihindari rules ini juga pekerja telah menggunakan alat pelindung diri dan telah menggunakan dengan baik.

Rules 4 Saya Harus Mengikuti Aturan dan Prosedur Pada rules ini pekerja wajib mengikuti peraturan dan prosedur yang telah dibuat atau dirancang oleh perusahaan, agar tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud dan tanpa ada satu kejadian yang dapat merugikan pekerja dan perusahaan. Pada rules ini juga pekerja telah mengikuti aturan dan prosedur yang telah dirancang oleh perusahaan.

Rules 5 Menjaga Kebersihan Lingkungan Kerja Pada rules ini pekerja tidak dapat menjaga kebersihan lingkungan kerjanya. Dengan lingkungan yang bersih dan nyaman pekerja dapat terhindar dari penyakit dan bahaya yang dapat merugikan pekerja. Oleh karena itu, pekerja dituntut bertanggung jawab dengan keadaan lingkungan kerjanya, agar pekerjaan yang sedang dikerjakan atau dilakukan dapat terhindar dari segala bahaya yang dapat menimbulkan kerugian bagi pekerja.

Rules 6 Saya Menolak Ide-ide Lama Pada rules ini pekerja mengganggap keselamatan dan kesehatan kerja pada saat bekerja masih kurang mengerti atau paham mengenai keselamatan dan kesehatan kerja. Oleh karena itu, pada rules ini pekerja dituntut untuk memahami tentang keselamatan dan kesehatan kerja, agar pada waktu bekerja, pekerja tidak hanya memikirkan “saya harus bekerja dan mendapatkan uang”, melainkan dituntut harus memikirkan keselamatan dan kesehatannya juga.

Rules 7 Saya Harus Segera Bertindak dan Menginformasikan Kepada Kolega Saya Pada rules ini pekerja dituntut untuk melakukan tindakan yang sifatnya dapat mengakibatkan kecelakaan atau merugikan orang lain, agar pekerja sewaktuwaktu pada saat melakukan pekerjaannya dihadapkan dengan bahaya pekerja dapat mengatasinya dan menginformasikan kepada Atasannya atau perusahaan. Dengan demikian, kesimpulan yang dapat diambil dari rules-rules diatas berupa usulan yang dapat diberikan kepada perusahaan sebagai bahan pertimbangan, dapat dijelaskan dibawah ini.

 

https://dglib.uns.ac.id/dokumen/download/30735/NjQ2NTQ=/Studi-Implementasi-Manajemen-Keselamatan-Dan-Kesehatan-Kerja-Pada-Proyek-Pembangunan-Hotel-Brothers-Solo-Baru-Pt-Wijaya-Karya-Bangunan-Gedung-Implementation-Study-Of-Occupational-Health-And-Safety-Management-On-Brothers-Hotel-Solo-Baru-Development-Pt-Wi-abstrak.pdf.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s