Peringkat Kineja Operator

 

 Pengertian Pengukuran Waktu

Pengukuran waktu (time study) adalah suatu usaha untuk menentukan lama kerja yang dibutuhkan seorang operator (terlatih dan qualified) dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang spesifik pada tingkat kecepatan kerja yang normal dalam lingkungan kerja yang terbaik pada saat itu.

Teknik pengukuran waktu kerja dibagi 2 yaitu:

  1. Pengukuran kerja secara langsung
  2. Pengukuran jam henti (stopwatch time study)
  3. Sampling pekerjaan (work sampling)
  4. Pengukurankerja secara tidak langsung
  5. Data waktu baku (standard data)
  6. Data waktu gerakan (predetermined time system)

 

  • Langkah-Langkah Sebelum Melakukan Pengukuran

Menurut Sutalaksana (2006), untuk mendapatkan hasil yang baik yaitu yang dapat dipertanggung  jawabkan maka tidak cukup sekedar melakukan beberapa kali pengukuran dengan mengunakan jam henti. Banyak faktor yang harus diperhatikan agar ahirnya dapat diperoleh waktu yang pantas untuk pekerjaan yang bersangkutan seperti yang berhubungan dengan kondisi keja, cara pengukuran, jumlah pengukuran, dan lain-lain, dibawah adalah sebagian langkah yang perlu diikuti agar maksud di atas dapat tercapai. Berikut ini adalah langkah-langkah sebelum melakukan pengukuran.

  1. Penetapan tujuan pengukuran

Bertujuan untuk mengetahui kegunaan hasil pengukuran digunakan, dan mengetahui berapa tingkat ketelitian dan tingkat keyakinan yang diinginkan dari hasil pengukuran.

 

  1. Melakukan penelitian pendahuluan

Tujuannya adalah mempelajari kondisi kerja dan cara kerja sehingga diperoleh usaha perbaikan, membakukan secara tertulis sistem kerja yang dianggap baik, dan operator memerlukan pegangan baku.

  1. Memilih operator

Tujuannya adalah agar operator dapat berkemampuan normal dan dapat diajak bekerja sama.

  1. Melatih operator

Bertujuan agar operator dapat terbiasa dengan kondisi dan cara kerja yang telah ditetapkan perusahaan.

  1. Mengurai pekerjaan atas elemen pekerjaan

Bertujuan untuk menjelaskan catatan tentang tata cara kerja yang dibakukan, memungkinkan melakukan penyesuaian bagi setiap elemen, untuk memudahkan mengamati terjadinya elemen yang tidak baku yang mungkin dilakukan pekerja, dan mengembangkan data waktu baku standar setiap tempat kerja yang bersangkutan.

  1. Menyiapkan alat-alat pengukuran

Alat-alat yang digunakan antara lain:

  1. Jam henti (stopwatch)
  2. Lembar pengamatan
  3. Alat tulis
  4. Papan pengamatan

Sehubungan dengan langkah-langkah di atas, ada beberapa pedoman pengukuran pekerjaan atas elemen-elemennya, yaitu:

  1. Sesuai dengan ketelitian yang diinginkan, uraikan pekerjaan menjadi elemen-elemennya serinci mungkin, tetapi masih dapat diamati oleh indera pengukuran dan dapat direkam waktunya oleh jam henti yang digunakan.
  2. Memudahkan, elemen-elemen pekerjaan hendaknya berupa satu atau gabungan beberapa elemen gerakan
  3. Jangan ada sampai ada elemen yang tertinggal, jumlah dari semua elemen harus tepat sama dengan keseluruhan pekerjaan yang besangkutan.
  4. Elemen yang satu hendaknya dapat dipisahkan dengan elemen yang  lain secara jelas.

 

  • Melakukan Pengukuran Waktu

Menurut Sutalaksana (2006), pengukuran waktu adalah pekerjaan mengamati dan mencatat waktu-waktu kerja baik setiap elemen ataupun siklus dengan menggunakan alat-alat yang telah disiapkan. Tujuan utama yang harus dicapai oleh seorang pekerja untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Rumus untuk mencari kecukupan data dengan tingkat ketelitian sebesar 5% dan tingkat keyakinan sebesar 95% adalah sebagai berikut:

N = (     ………………………… (2.1)

Keterangan:

N : jumlah pengukuran yang dilakukan

N : jumlah pengukuran yang telah dilakukan.

Hal pertama yang dilakukan adalah pengukuran pendahuluan tujuan melakukan pendahuluan ini ialah agar nantinya mendapatkan perkiraan statistikal dari banyaknya pengukuaran yang harus dilakukan untuk tingkat-tingkat ketelitian dan keyakinan yang diinginkan. Kemudian mencatat semua data yang didapat, yang dilanjutkan dengan proses perhitungan data. Rumus-rumus yang digunakan, antara lain:

  1. Rumus rata-rata dari harga rata-rata subgroup dengan

=  ………………………………………….. (2.2)

Keterangan :

:  Rata-rata

  : harga rata-rata dari subgroup ke-1                      

k   : harga banyaknya subgroup yang terbentuk.

 

  1. Rumus standar deviasi:

=   ………………………………………. (2.3)

 

Keterangan:

N  :  jumlah pengamatan pendahuluan yang telah dilakukan

: waktu penyelesaian yang teramati selama pengukuran pendahuluan yang telah       dilakukan.

  1. Rumus standar deviasi dari distribusi harga rata-rata subgroup:

=   …………………………………………(2.4)

  • Rumus batas kendali atas (BAK) dan batas kendali bawah(BKB) adalah:

BAK =  + 3

BKB =  – 3          ……………………………………(2.5)

Tingkat Ketelitian, Tingkat Keyakinan, dan Pengujian Keseragaman Data

Tingkat ketelitian adalah penyimpangan meksimum hasil pengukuran dari waktu penyelesaian sebenarnya. Sedangkan tingkat keyakinan adalah  besarnya keyakinan pengukur bahwa hasil yang didapat memenuhi syarat ketelitian. Misalnya “tingkat ketelitian 10% tingkat kayakinan 99%” artinya:

Pengukur memperoleh rata-rata hasil pengukurannya menyimpang sejauh 10% dari rata-rata sebenarnya dan kemungkinan barhasil memperolehnya adalah 99%.

Semakin tinggi tingkat ketelitian dan semakin besar tingkat keyakinan, semakin banyak pengukuran diperlukan. (Ainul@staff.gunadarma.ac.id, senin/27/10/2012)

Pengujian keseragaman data dengan menggunakan batas-batas kontrol (BKA dan BKB) untuk menentukan apakah data yang didapat seragam atau tidak. Data dikatakan seragam yaitu berasal dari sistem sebab yang sama, bila berada diantara kedua batas kontrol. Sedangkan data dikatakan tidak seragam yaitu berasal dari sistem sebab yang berbeda, bila berada diluar batas kontrol. (Sutalaksana,2006)

 

  • Melakukan Perhitungan Waktu Baku

Data yang didapat memiliki keseragaman yang dikehendaki, dan jumlahnya telah memenuhi tingkat-tingkat ketelitian dan keyakinan yang diinginkan. Langkah selanjutnya adalah mengolah data tersebut sehingga memberikan waktu baku. Cara untuk mendapatkan waktu baku dari data yang terkumpul itu adalah sebagai berikut:

  1. Waktu siklus adalah waktu penyelesaian satu satuan produksi mulai dari bahan baku mulai diproses di tempat kerja yang bersangkutan. Hitung waktu siklus, yaitu tidak lain adalah waktu penyelesaian rata-rata selama pengukuran:

=     ……………………………………….(2.5)

  1. Waktu norman adalah waktu penyelesaian pekerjaan yang diselesaikan oleh pekerja dalam kondisi wajar dan kemampuan rata-rata. Hitung waktu normal ialah:

=  . p   ……………………………………(2.6)

  1. Waktu baku adalah waktu yang dibutuhkan secara wajar oleh pekerja normal untuk menyelesaikan pekerjaannya yang diselesaikan dalam sistem kerja terbaik pada saat itu. Hitung waktu baku ialah:

=  (1 + l )    …………………………….(2.7)

Dimana l adalah kelonggaran atau allowance. (Sritomo, 1992)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s