STUDI IMPLEMENTASI MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL BROTHERS SOLO BARU PT WIJAYA KARYA BANGUNAN GEDUNG

Analisis Data

Pada tahap ini menjelaskan mengenai analisis hasil kuesioner seluruh jumlah pekerja yang telah didapat dari pengolahan data dengan pendekatan safety passport 7 rules dan analisis kondisi sistem manajemen keselamatan dan kesehatan perusahaan pada proses proyek pembangunan Hotel Brothers Solo Baru oleh PT Wijaya Karya Bangunan Gedung.

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Perusahaan/ Proyek

Pada umumnya sistem keselamatan dan kesehatan kerja yang diterapkan pada PT Wijaya Karya (WIKA) sudah mengikuti standard peraturan pemerintah yang telah ada dan penerapan keselamatan kerja bukan K3 lagi, melainkan Safety Health and Enviroment (SHE). Penerapan tersebut harus sudah diterapkan pada proyekproyek WIKA dan anak perusahaannya dengan toleransi zero. Sistem manajemen yang diterapkan oleh PT Wijaya Karya (WIKA) atau diproyek pembangunan Hotel Brothers Solo Baru oleh PT Wijaya Karya Bangunan Gedung. ada 4, yaitu:

  1. Manajemen Mutu Manajemen mutu yang telah diterapkan oleh WIKA banyak jenisnya dari mulai ISO 9001:2008, ISO 14001:2004/ SNI 19-14001:2005, dan OHSAS18001:2007.
  2. Manajemen Safety Health and Enviroment (SHE) Dalam aplikasi SHE yang penting adalah kepedulian dan tindakan hatihati. Dibawah ini merupakan kegiatan safety pada proyek pembangunan Hotel Brothers adalah :
  3. Safety Induction Suatu komunikasi yang dilakukan oleh Safety Officer mengenai penjelasan K3 kepada pihak yang berkepentingan dan pekerja sebelum malakukan pekerjaan. Hal-hal yang wajib diketahui seperti pemakaian ID Card, APD, jangan buang sampah dan tindakan apa apabila terjadi keadaan darurat. Gambar 4.1 menunjukan kegiatan safety induction. Gambar 4.1 Kegiatan Safety Induction
  4. Safety Morning Talk Suatu komunikasi yang dilakukan oleh Safety Officer mengenai penjelasan K3 kepada pihak yang berkepentingan dan pekerja. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada setiap bulan pertama dan bulan terakhir sekali dan penjelasaan yang diberikan hampir sama dengan safety induction. Gambar 4.2 menunjukan kegiatan safety morning
  5. Safety Tool Box Meeting Suatu komunikasi yang dilakukan oleh Safety Officer mengenai penjelasan K3 kepada pihak yang berkepentingan dan pekerja. Biasanya penjelasaan mengenai pekerjaan-pekerjaan yang baru akan dilakukan. Gambar 4.3 menunjukan kegiatan safety tool box meeting.
  6. Safety Meeting Suatu komunikasi yang dilakukan oleh Manejer Proyek dan Safety Officer mengenai penjelasan K3 kepada pihak yang berkepentingan. Seperti Owner, Badan K3, dll. Gambar 4.4 menunjukan kegiatan safety meeting
  7. Pelatihan SHE Berkala Pelatihan ini merupakan pelatihan penanganan kecelakaan dan jalur evakuasi. Seperti pencegahan kebakaran, simulasi keadaan darurat.
  8. Up date Papan Info Pemasangan rambu-rambu mengenai keselamatan dan kesehatan kerja. Gambar 4.5 rambu-rambu mengenai K3.
  9. Manajemen Sistem Pengamanan/Penanganan Apabila terjadi kecelakaan kerja sistem penanganan yang dilakukan sangat terstruktur, dimulai terjadinya kecelakaan, pertolongan pertama, klinik atau rumah sakit terdekat, pengarahan, pembinaan dan pelaksanaan K3 lebih lanjut lalu menganalisis penyebab kecelakaan dan solusi untuk menghindari terulang kembali kecelakaan. Gambar 4.6 menunjukan penaganan dalam terjadinya kecelakaan.
  10. Manajemen 5R 5R diantaranya, ringkas, rapih, resik, rawat, dan rajin. Manajemen ini biasanya lebih kepada kebersihan lingkungan dan selalu dilakukan inspeksi terhadap lingkungan proyek.

 

PEMBAHASAN

Berdasarkan safety passport 7 rules, rules 1 merupakan keadaan kondisi tempat yang berpotensi bahaya. Dimana setiap pekerja harus mengetahui risiko yang akan terjadi pada pekerjaan yang dilakukan. Pada rules 2, pekerja diharuskan wajib mempunyai pemikiran yang kritis untuk membedakan kondisi pekerjaan yang baik dilakukan sebagai mestinya dan kebiasaan kurang baik. Ini bertujuan agar setiap pekerjaan yang dilakukan tidak hanya dikerjakan begitu saja tanpa memikirkan resiko apa yang akan terjadi apabila tidak memikirkan bahaya yang terjadi pada pekerjaan yang akan sedang dilakukan. Pada rules 3, mewajibkan pekerja menggunakan pelidung diri pada saat bekerja. Rules ini bertujuan agar pekerja dapat terlindungi dari bahaya. Pada rules 4, setiap pekerja harus mengikuti peraturan dan prosedur yang telah ditetapkan atau disesuaikan oleh perusahaan, perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user 54 agar kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan dapat tercapai dengan menghindari risiko kecelakaan. Pada rules 5, pekerja harus bertanggung jawab atas kebersihan lingkungan sekitarnya atau pekerjaannya, agar pekerja dalam melakukan pekerjaannya nyaman dalam melakukan pekerjaannya. Pada rules 6, pekerja diwajibkan atau mengutamakan keselamatan, sebab keselamatan dalam melakukan pekerjaan sangat penting. Dan yang terakhir yaitu pada rules 7, pekerja harus mengetahui kondisi apabila terjadi kecelakaan atau bahaya yang akan terjadi, agar pekerja mengetahui bagaimana cara menanggulanggi kecelakaan tersebut. Berikut adalah deskripsi responden dari semua pekerja.

 

Usulan perbaikan merupakan tujuan meningkatkan kinerja sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja pada perusahaan/proyek yang dilakukan, untuk meminimalisir risiko terjadinya kecelakaan akibat pekerjaan yang dilakukan pada proyek. Berikut merupakan usulan yang dapat diberikan kepada perusahaan sebagai bahan pertimbangan untuk meminimisasi risiko kecelakaan dan keselamatan kerja diperusahaan atau proyek. Berdasarkan analisis yang didapat dari penelitian dengan ini peneliti dapat memberikan usulan berdasarkan safety paspport 7 rules yang dihasilkan dari analisis, yaitu:

Rules 1 Saya Harus Mencari Keadaan Tempat yang Berpotensi Bahaya Pada rules ini pekerja harus mengetahui atau lebih waspada dan berhati-hati terhadap potensi bahaya pada masing-masing pekerjaannya, agar kemungkinan terjadinya bahaya pada saat melakukan pekerjaan dapat dihindari dan di minimisasi.

Rules 2 Saya Harus Berpikir Sebelum Melakukan Tindakan Pada rules ini pekerja dituntut setiap melakukan pekerjaan harus memikirkan potensi bahaya yang akan terjadi pada pekerjaannya, agar kemungkinan terjadinya potensi bahaya pada saat melakukan pekerjaan dapat dihindari dan diminimalisir.

Rules 3 Saya Harus Melindungi Diri Dengan Personal Protect Equipment Pada rules ini pekerja wajib menggunakan alat pelindung diri, agar kemungkinan terjadinya bahaya pada saat melakukan pekerjaannya dapat dihindari rules ini juga pekerja telah menggunakan alat pelindung diri dan telah menggunakan dengan baik.

Rules 4 Saya Harus Mengikuti Aturan dan Prosedur Pada rules ini pekerja wajib mengikuti peraturan dan prosedur yang telah dibuat atau dirancang oleh perusahaan, agar tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud dan tanpa ada satu kejadian yang dapat merugikan pekerja dan perusahaan. Pada rules ini juga pekerja telah mengikuti aturan dan prosedur yang telah dirancang oleh perusahaan.

Rules 5 Menjaga Kebersihan Lingkungan Kerja Pada rules ini pekerja tidak dapat menjaga kebersihan lingkungan kerjanya. Dengan lingkungan yang bersih dan nyaman pekerja dapat terhindar dari penyakit dan bahaya yang dapat merugikan pekerja. Oleh karena itu, pekerja dituntut bertanggung jawab dengan keadaan lingkungan kerjanya, agar pekerjaan yang sedang dikerjakan atau dilakukan dapat terhindar dari segala bahaya yang dapat menimbulkan kerugian bagi pekerja.

Rules 6 Saya Menolak Ide-ide Lama Pada rules ini pekerja mengganggap keselamatan dan kesehatan kerja pada saat bekerja masih kurang mengerti atau paham mengenai keselamatan dan kesehatan kerja. Oleh karena itu, pada rules ini pekerja dituntut untuk memahami tentang keselamatan dan kesehatan kerja, agar pada waktu bekerja, pekerja tidak hanya memikirkan “saya harus bekerja dan mendapatkan uang”, melainkan dituntut harus memikirkan keselamatan dan kesehatannya juga.

Rules 7 Saya Harus Segera Bertindak dan Menginformasikan Kepada Kolega Saya Pada rules ini pekerja dituntut untuk melakukan tindakan yang sifatnya dapat mengakibatkan kecelakaan atau merugikan orang lain, agar pekerja sewaktuwaktu pada saat melakukan pekerjaannya dihadapkan dengan bahaya pekerja dapat mengatasinya dan menginformasikan kepada Atasannya atau perusahaan. Dengan demikian, kesimpulan yang dapat diambil dari rules-rules diatas berupa usulan yang dapat diberikan kepada perusahaan sebagai bahan pertimbangan, dapat dijelaskan dibawah ini.

 

https://dglib.uns.ac.id/dokumen/download/30735/NjQ2NTQ=/Studi-Implementasi-Manajemen-Keselamatan-Dan-Kesehatan-Kerja-Pada-Proyek-Pembangunan-Hotel-Brothers-Solo-Baru-Pt-Wijaya-Karya-Bangunan-Gedung-Implementation-Study-Of-Occupational-Health-And-Safety-Management-On-Brothers-Hotel-Solo-Baru-Development-Pt-Wi-abstrak.pdf.

Mimpi dan Harapan Saya Setelah Meraih Sarjana Teknik Industri

Assalammuallaikum warohmatullahi wabarrakatu..

Nama saya Wirya Wiguna, saya seorang mahasiswa tingkat akhir jurusan Teknik Industri. saya memiliki mimpi dan harapan setelah saya menjadi seorang sarjana teknik industri, mimpi dan harapan saya yaitu setelah lulus kuliah saya akan mencari pekerjaan yang sesuai dengan kehahlian saya, yang didapat selama kuliah di jurusan teknik industri. Dimanapun itu saya bekerja atau gaji yang didapat tidak terlalu besar, asalkan dapat mencukupi kehidupan sehari hari dan bisa menabung, itu semua akan saya lakukan, sekaligus mencari pengalaman kerja dan modal untuk membuka usaha. Karena mimpi dan harapan saya yaitu memiliki usaha sendiri atau perusahaan sendiri, dimana saya dapat membuka lowongan pekerjaan bagi orang-orang yang membutuhkan dan sekaligus membantu orang banyak. Amin.

Wassalammuallaikum warohmatullahi wabarakatu.

Perencanaan Oraganisasional

Perencanaan adalah proses menentukan bagaimana organisasi dapat mencapai tujuannya, dimana ditujukan pada tindakan yang tepat melalui melalui proses analisa, evaluasi, seleksi diantara kesempatan-kesempatan yang diprediksi terlebih dahulu.

Tujuan Perencanaan adalah membentuk usaha yang terkoordinasi dalam organisasi.

Perencanaan Organisasional mempunyai dua tujuan :

Ø  Tujuan Perlindungan (Protective) : meminimisasikan resiko dengan mengurangi ketidakpastian di sekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan manajerial yang berhubungan

Ø  Tujuan Kesepakatan (Affirmative) : meningkatkan tingkat keberhasilan organisasional

Koontz O’Donnel menyatakan maksud perencanaan adalah :

“untuk melancarkan pencapaian usaha dan tujuan”

Pengorganisasian adalah suatu proses pembentukan kegunaan yang teratur untuk semua sumber daya dalam sistem manjemen. Penggunaan yang teratur tersebut menekankan pada pencapian tujuan sistem manajemen dan membantu wirausahawan tidak hanya dalam pembuatan tujuan yang nampak tetapi juga didalam menegaskan sumber daya yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Pada hakikatnya, tiap sumber daya organisasional mewakili suatu investasi darimana sistem manajemen harus dapat pengembaliannya. Pengorganisasian yang sesuai dari sumber daya-sumber daya tersebut akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari penggunaanya.

Henry Fayol telah mengembangkan 16 garis pedoman umum yang bisa digunakakn ketika mengorganisasi sumber daya-sumber daya, yaitu :

  1. Menyiapkan dan melaksanakan rencana operasional secara bijaksana.
  2. Mengorganisasi faset kemanusiaan dan bahan sehingga konsisten dengan tujuan, sumber daya, dan kebutuhan dari per soalan tersebut.
  3. Menetapkan wewenang tunggal, kompeten, enerjik, dan menuntun.
  4. Mengkoordinasi semua aktivitas-aktivitas dan usaha-usaha.
  5. Merumuskan keputusan yang jelas, berbeda, dan tepat.
  6. Menyusun seleksi yang efisien sehingga tiap-tiap departemen dipimpin oleh seorang manajer yang kompeten, enerjik, dan tiap-tiap karyawan ditempatkan pada tempat dimana dia bisa menyumbangkan tenaganya secara maksimal.
  7. Mendefinisikan tugas-tugas.
  8. Mendorong inisiatif dan tanggung jawab.
  9. Menberikan balas jasa yang adil dan sesuai bagi jasa yang diberikan.
  10. Memfungsikan sanksi terhadap kesalahan dan kekeliruan.
  11. Mempertahankan disiplin.
  12. Menjamin bahwa kepentingan individu konsisiten dengan kepentingan umum dari organisasi.
  13. Mengakui adanya satu komando.
  14. Mempromosikan koordinasi dahan dan kemusiaan.
  15. Melembagakan dan memberlakukan pengawsan.
  16. Menghindari adanya pengaturan, birokrasi, dan kertas kerja.

 

Keuntungan dan Kerugian Pembagian Tenaga Kerja

Keuntungan :

  1. Pekerja berspesialisasi dalam tugas tertentu sehingga keterampilan dalam tugas tertentu meningkat
  2. Tenaga kerja tidak kehilangan waktu dari satu tugas ke tugas yang lain
  3. Pekerja memusatkan diri pada satu pekerjaan dan membuat pekerjaan lebih mudah dan efisien
  4. Pekerja hanya perlu mengetahui bagaimana melaksanakan bagian tugas dan bukan proses keseluruhan produk

Kerugian :

  1. Pembagian kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan manfaat ekonomi yang mengabaikan variabel manusia
  2. Kerja yang terspesialisasi cenderung menjadi sangat membosankan yang akan berakibat tingkat produksi menurun

 

Menurut Chester Barnard akan makin banyak perintah manajer yang diterima dalam jangka panjang jika :
1. Saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manajer dan dikenal semua anggota organisasi
2. Tiap anggota organisasi telah menerima saluran komunikasi formal melalui mana dia menerima perintah
3. Lini komunikasi antara manajer bawahan bersifat langsung
4. Rantai komando yang lengkap
5. Manajer memiliki keterampilan komunikasi yang memadai
6. Manajer menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasional
7. Suatu perintah secara otentik memang berasal dari manajer
Jenis-Jenis Wewenang
1. Wewenang Lini
2. Wewenang Staf
3. Wewenang Fungsional
Delegasi
Terdapat tiga langkah dalam proses pendelegasian :
1. Membebankan semua kewajiban tertentu pada individu
2. Proses pendelegasian melibatkan pemberian wewenang yang semestinya kepada bawahan
3. Penciptaan kewajiban pada bawahan untuk melaksanakan kewajiban yang dibebankan
Kendala bagi proses pendelegasian
1. Kendala yang berhubungan dengan penyelia
2. Kendala yang berhubungan dengan bawahan
3. Kendala yang berhubungan dengan organisasi

 

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/kewirausahaan/bab11-dasar_dasar_pengorganisasian.pdf

http://home.unpar.ac.id/~lpkm/dasar-dasar%20pengorganisasian.html

http://muhamadf.blogspot.co.id/2014/01/pengertian-perencanaan-organisasi.html

 

 

Peringkat Kineja Operator

 

 Pengertian Pengukuran Waktu

Pengukuran waktu (time study) adalah suatu usaha untuk menentukan lama kerja yang dibutuhkan seorang operator (terlatih dan qualified) dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang spesifik pada tingkat kecepatan kerja yang normal dalam lingkungan kerja yang terbaik pada saat itu.

Teknik pengukuran waktu kerja dibagi 2 yaitu:

  1. Pengukuran kerja secara langsung
  2. Pengukuran jam henti (stopwatch time study)
  3. Sampling pekerjaan (work sampling)
  4. Pengukurankerja secara tidak langsung
  5. Data waktu baku (standard data)
  6. Data waktu gerakan (predetermined time system)

 

  • Langkah-Langkah Sebelum Melakukan Pengukuran

Menurut Sutalaksana (2006), untuk mendapatkan hasil yang baik yaitu yang dapat dipertanggung  jawabkan maka tidak cukup sekedar melakukan beberapa kali pengukuran dengan mengunakan jam henti. Banyak faktor yang harus diperhatikan agar ahirnya dapat diperoleh waktu yang pantas untuk pekerjaan yang bersangkutan seperti yang berhubungan dengan kondisi keja, cara pengukuran, jumlah pengukuran, dan lain-lain, dibawah adalah sebagian langkah yang perlu diikuti agar maksud di atas dapat tercapai. Berikut ini adalah langkah-langkah sebelum melakukan pengukuran.

  1. Penetapan tujuan pengukuran

Bertujuan untuk mengetahui kegunaan hasil pengukuran digunakan, dan mengetahui berapa tingkat ketelitian dan tingkat keyakinan yang diinginkan dari hasil pengukuran.

 

  1. Melakukan penelitian pendahuluan

Tujuannya adalah mempelajari kondisi kerja dan cara kerja sehingga diperoleh usaha perbaikan, membakukan secara tertulis sistem kerja yang dianggap baik, dan operator memerlukan pegangan baku.

  1. Memilih operator

Tujuannya adalah agar operator dapat berkemampuan normal dan dapat diajak bekerja sama.

  1. Melatih operator

Bertujuan agar operator dapat terbiasa dengan kondisi dan cara kerja yang telah ditetapkan perusahaan.

  1. Mengurai pekerjaan atas elemen pekerjaan

Bertujuan untuk menjelaskan catatan tentang tata cara kerja yang dibakukan, memungkinkan melakukan penyesuaian bagi setiap elemen, untuk memudahkan mengamati terjadinya elemen yang tidak baku yang mungkin dilakukan pekerja, dan mengembangkan data waktu baku standar setiap tempat kerja yang bersangkutan.

  1. Menyiapkan alat-alat pengukuran

Alat-alat yang digunakan antara lain:

  1. Jam henti (stopwatch)
  2. Lembar pengamatan
  3. Alat tulis
  4. Papan pengamatan

Sehubungan dengan langkah-langkah di atas, ada beberapa pedoman pengukuran pekerjaan atas elemen-elemennya, yaitu:

  1. Sesuai dengan ketelitian yang diinginkan, uraikan pekerjaan menjadi elemen-elemennya serinci mungkin, tetapi masih dapat diamati oleh indera pengukuran dan dapat direkam waktunya oleh jam henti yang digunakan.
  2. Memudahkan, elemen-elemen pekerjaan hendaknya berupa satu atau gabungan beberapa elemen gerakan
  3. Jangan ada sampai ada elemen yang tertinggal, jumlah dari semua elemen harus tepat sama dengan keseluruhan pekerjaan yang besangkutan.
  4. Elemen yang satu hendaknya dapat dipisahkan dengan elemen yang  lain secara jelas.

 

  • Melakukan Pengukuran Waktu

Menurut Sutalaksana (2006), pengukuran waktu adalah pekerjaan mengamati dan mencatat waktu-waktu kerja baik setiap elemen ataupun siklus dengan menggunakan alat-alat yang telah disiapkan. Tujuan utama yang harus dicapai oleh seorang pekerja untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Rumus untuk mencari kecukupan data dengan tingkat ketelitian sebesar 5% dan tingkat keyakinan sebesar 95% adalah sebagai berikut:

N = (     ………………………… (2.1)

Keterangan:

N : jumlah pengukuran yang dilakukan

N : jumlah pengukuran yang telah dilakukan.

Hal pertama yang dilakukan adalah pengukuran pendahuluan tujuan melakukan pendahuluan ini ialah agar nantinya mendapatkan perkiraan statistikal dari banyaknya pengukuaran yang harus dilakukan untuk tingkat-tingkat ketelitian dan keyakinan yang diinginkan. Kemudian mencatat semua data yang didapat, yang dilanjutkan dengan proses perhitungan data. Rumus-rumus yang digunakan, antara lain:

  1. Rumus rata-rata dari harga rata-rata subgroup dengan

=  ………………………………………….. (2.2)

Keterangan :

:  Rata-rata

  : harga rata-rata dari subgroup ke-1                      

k   : harga banyaknya subgroup yang terbentuk.

 

  1. Rumus standar deviasi:

=   ………………………………………. (2.3)

 

Keterangan:

N  :  jumlah pengamatan pendahuluan yang telah dilakukan

: waktu penyelesaian yang teramati selama pengukuran pendahuluan yang telah       dilakukan.

  1. Rumus standar deviasi dari distribusi harga rata-rata subgroup:

=   …………………………………………(2.4)

  • Rumus batas kendali atas (BAK) dan batas kendali bawah(BKB) adalah:

BAK =  + 3

BKB =  – 3          ……………………………………(2.5)

Tingkat Ketelitian, Tingkat Keyakinan, dan Pengujian Keseragaman Data

Tingkat ketelitian adalah penyimpangan meksimum hasil pengukuran dari waktu penyelesaian sebenarnya. Sedangkan tingkat keyakinan adalah  besarnya keyakinan pengukur bahwa hasil yang didapat memenuhi syarat ketelitian. Misalnya “tingkat ketelitian 10% tingkat kayakinan 99%” artinya:

Pengukur memperoleh rata-rata hasil pengukurannya menyimpang sejauh 10% dari rata-rata sebenarnya dan kemungkinan barhasil memperolehnya adalah 99%.

Semakin tinggi tingkat ketelitian dan semakin besar tingkat keyakinan, semakin banyak pengukuran diperlukan. (Ainul@staff.gunadarma.ac.id, senin/27/10/2012)

Pengujian keseragaman data dengan menggunakan batas-batas kontrol (BKA dan BKB) untuk menentukan apakah data yang didapat seragam atau tidak. Data dikatakan seragam yaitu berasal dari sistem sebab yang sama, bila berada diantara kedua batas kontrol. Sedangkan data dikatakan tidak seragam yaitu berasal dari sistem sebab yang berbeda, bila berada diluar batas kontrol. (Sutalaksana,2006)

 

  • Melakukan Perhitungan Waktu Baku

Data yang didapat memiliki keseragaman yang dikehendaki, dan jumlahnya telah memenuhi tingkat-tingkat ketelitian dan keyakinan yang diinginkan. Langkah selanjutnya adalah mengolah data tersebut sehingga memberikan waktu baku. Cara untuk mendapatkan waktu baku dari data yang terkumpul itu adalah sebagai berikut:

  1. Waktu siklus adalah waktu penyelesaian satu satuan produksi mulai dari bahan baku mulai diproses di tempat kerja yang bersangkutan. Hitung waktu siklus, yaitu tidak lain adalah waktu penyelesaian rata-rata selama pengukuran:

=     ……………………………………….(2.5)

  1. Waktu norman adalah waktu penyelesaian pekerjaan yang diselesaikan oleh pekerja dalam kondisi wajar dan kemampuan rata-rata. Hitung waktu normal ialah:

=  . p   ……………………………………(2.6)

  1. Waktu baku adalah waktu yang dibutuhkan secara wajar oleh pekerja normal untuk menyelesaikan pekerjaannya yang diselesaikan dalam sistem kerja terbaik pada saat itu. Hitung waktu baku ialah:

=  (1 + l )    …………………………….(2.7)

Dimana l adalah kelonggaran atau allowance. (Sritomo, 1992)

 

Kewirausahaan

. Kewirausahaan berasal dari bahasa Perancis, yaitu Entrepreneurship yang artinya between taker. Kewirausahaan adalah sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif. Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira, berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata). Sedangkan ada pendapat yang mengatakan bahwa kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Wirausahawan adalah orang yang melakukan usaha atau kegiatan sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya atau kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis.

Tiga jenis perilaku wirausaha yaitu: Wirausaha yang memiliki inisiatif, Wirausaha yang mengorganisir mekanisme sosial dan ekonomi untuk menghasilkan sesuatu, Menerima resiko atau kegagalan. Kunci penting seorang wirausahawan adalah berpikir kreatif, inovatif, berani mengambil resiko dan tidak mudah putus asa.

Karakteristik menurut Mc Clelland:

1)  Keinginan untuk berprestasi

2)  Keinginan untuk bertanggung jawab

3)  Preferensi kepada resiko-resiko menengah

4)  Persepsi kepada kemungkinan berhasil

5)  Rangsangan oleh umpan balik

6)  Aktivitas energik

7)  Orientasi ke masa depan

8)  Keterampilan dalam pengorganisasian

9)  Sikap terhadap uang

Karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi :

1)  Kemampuan inovatif

2)  Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)

3)  Keinginan untuk berprestasi

4)  Kemampuan perencanaan realistis

5)  Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan

6)  Obyektivitas

7)  Tanggung jawab pribadi

8)  Kemampuan beradaptasi

9)  Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator

  1. Tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut Mc Clelland, yaitu:
  2.  Kebutuhan untuk berprestasi (nAch)

n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi, karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Contohnya, Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk reward terhadap usaha yang dilakukannya tersebut.

  1.  Kebutuhan untuk berafiliasi (n Afi)

Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI). Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Contohnya Seorang yang memiliki keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain.

  1.  Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)

Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain.Contohnya, seorang atasan ingin dapat mengendalikan dan mempengaruhi bawahannya, dimana para karyawannya berperilaku sesuai yang diinginkan oleh atasan tersebut.

  1. Sumber-sumber gagasan dalam identifikasi peluang usaha baru, yaitu:
  2.  Kebutuhan akan sumber penemuan.
  3.  Hobi atau kesenangan pribadi.
  4.  Mengamati kecenderungan-kecenderungan.
  5.  Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada.
  6.  Kegunaan lain dari barang-barang biasa.
  7.  Pemanfaat produk dari perusahaan lain.
  1. Unsur-unsur analisa pulang pokok yaitu:

1)  Biaya tetap

2)  Biaya variabel

3)  Biaya total

4)  Pendapatan total

5)  Keuntungan

6)  Kerugian

7)  Titik pulang pokok

  1. Waralabaatau Franchising (dari bahasa Perancis untuk kejujuran atau kebebasan) adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan. Sedangkan menurut versi pemerintah Indonesia, yang dimaksud dengan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Jenis-jenis dari waralaba yaitu waralaba luar negeri dan waralaba dalam negeri.

  1. Pemasaran langsung adalah proses penyampaian pesan maupun produk kepada pelanggan melalui berbagai medin, seperti media cetak, media komunikasi, media elektronik, media online, dll.

Teknik alternatifnya yaitu:

1)  Periklanan terklarifikasi,

2)  Periklanan display,

3)  Kiriman pos langsung,

4)  Katalog penjualan,

5)  Pemasaran tanggapan langsung media.

  1. Pembagian dalam bentuk-bentuk kepemilikan diantaranya yaitu:

1)  Kepemilikan perseorangan, dimiliki dan dijalankan oleh 1 orang, sehingga laba yang diterima tidak perlu dibagi-bagi,

2)  Kepemilikan kongsi, dimiliki dan dijalankan oleh 2 orang atau lebih, kepemilikan bersama atas harta, umur perusahaan terbatas, adanya pembagian laba,

3)  Perusahaan perseroan, perusahaan yang memiliki badan hukum, kewajiban pemilik saham terbatas pada jumlah saham yang dimilikinya, kepemilikan perusahaan dapat berpindah tangan, eksistensi relatif stabil.

  1. Tiga alternatif pada saat berakhirnya usaha yaitu:

1)  Likuidasi

2)  Reorganisasi

3)  Rescheduling

Sumber:

Ahman, Eeng. (2007). Membina Kompetensi Ekonomi. Penerbit : Grafindo Media Pratama, Bandung.

Soeryanto, Eddy. (2009). Entrepreneurship Menjadi Pebisnis Ulung. Penerbit : Elex Media Komputindo, Jakarta.

http://id.wikipedia.org/wiki/Kewirausahaanhttp://adesyams.blogspot.com/2009/09/hakekat-kewirausahaan.html

http://materikuliah-septiana.blogspot.com/2011/03/2-perbedaan-wiraswasta-dan-wirausaha.html

https://gabrielamarcelina.wordpress.com/2012/10/30/tugas-softskill-kewirausahaan-1/

Pendapat Tentang Dosen Softskill

Bu Yuyun yuniar, beliau adalah salah satu dosen pengajar di universitas gunadarma. Bu Yuyu yuniar adalah dosen yang mengajar mahasiswa jurusan teknik industri, beliau mengajar mata kulia softskill yaitu pengetahuan lingkungan, sebelumnya beliau pernah mengajar mata kuliah yang berbeda yaitu analsis keputusan. Beliau biasa di panggil dengan panggilan bu Yuyun, beliau dalam mengajar mata kuliah yang diajarkan sangat detail dan jelas, tapi sesekali beliau jarang masuk untuk mata kuliah yang di jam pagi. Walaupun beliau tidak masuk atau tidak sempat memberikan materi kuliah, beliau sering emberi tugas agar mahasiswanya tidak ketingalan materi yang seharusnya diajarkan. Bu Yuyun juga tidak termasuk katagori dosen killer, (dosen galak dan pelit nilai) dikarenakan bu Yuyun termasuk dosen yang baik dan sabar dalam menghadapi mahasiswa tenik yang terkenal selalu ribut dan susah untuk diatur. Bu Yunyun sangat baik dalam memberi nilai, nilai yang diberikan selalu memuaskan karena kebaikan hatinya, apabila ada mahasiswa yang kurang nilainya beliau selalu memberi tugas tambahan untuk dapat membantu nilai yang kurang. Kurang lebihnya itu pendapat saya tentang bu Yuyun yuniar, pokonya asik dan baik bu Yuyun yuniar. Terimakasih

ISO 14001

  1. MENGENAL ISO 14001 SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN

Posted on April 12, 2013

Ketika perusahaan beroperasi, maka proses bisnis yang dilakukan oleh perusahaan tersebut berpotensi untuk menimbulkan dampak terhadap lingkungan, baik dampak positif maupun dampak negatif. Pada prinsipnya dampak yang timbul dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu dampak bio-kimia-fisik dan dampak sosial. Contoh dari dampak bio-fisik-kimia misalnya pencemaran air, pencemaran udara, kerusakan keanekaragaman hayati, atau pengurangan cadangan air tanah. Semua jenis dampak ini akan memberikan resiko yang mempengaruhi bisnis yang dijalankan oleh perusahaan. Misalnya pencemaran air yang ditimbulkan oleh aktivitas perusahaan, akan memberikan resiko pertanggungjawaban dalam bentuk tuntutan pidana dan tuntutan perdata, apakah tuntutan tersebut dari pemerintah, masyarakat, atau lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Ketika perusahaan berupaya untuk menerapkan ISO 14001, maka perusahaan tersebut telah memiliki komitmen untuk memperbaiki secara menerus kinerja lingkungannya. Namun, satu hal perlu dingat bahwa ISO 14001 merupakan standar yang memadukan dan menyeimbangkan kepentingan bisnis dengan lingkungan hidup. Sehingga, upaya perbaikan kinerja yang dilakukan oleh perusahaan akan disesuaikan dengan sumberdaya perusahaan, apakah itu sumberdaya manusia, teknis, atau finansial.

Adakalanya, perbaikan kinerja lingkungan tidak dapat dicapai dalam waktu singkat karena keterbatasan finansial. Misalnya, sebuah perusahaan yang proses bisnisnya menimbulkan limbah cair yang mencemari lingkungan berupaya untuk menerapkan ISO 14001 di perusahaannya. Setelah kajian dilakukan, ternyata keterbatasan finansial membuat perusahaan tersebut sukar untuk mengelola limbahnya sehingga mencapai baku mutu limbah cair yang disyaratkan oleh pemerintah. Berdasarkan analisis finansial, ternyata perusahaan tersebut baru akan mampu membangun sistem pengolahan limbah yang memadai kira-kira beberapa tahun ke depan. Sehingga sebelum masa tersebut terlampaui, perusahaan tidak akan pernah memenuhi baku mutu lingkungan. Namun, bila perusahaan tersebut mengembangkan sistem manajemen lingkungan yang memenuhi persyaratan ISO, maka perusahaan tersbut bisa saja memperoleh sertifikat ISO 14001. Perusahaan lain, yang kinerja lingkungannya telah memenuhi baku mutu namun EMS-nya tidak memenuhi persyaratan tidak akan memperoleh sertifikat ISO 14001.

Uraian di atas menunjukkan bahwa pada prinsipnya, penerapan ISO 14001 tidak berarti tercapainya kinerja lingkungan dalam waktu dekat. Sertifikat EMS dapat saja diberikan kepada perusahaan yang masih mengotori lingkungan. Namun, dalam EMS terdapat persyaratan bahwa perusahaan memiliki komitmen untuk melakukan perbaikan secara menerus (continual improvement). Dengan perbaikan secara menerus inilah kinerja lingkungan akan sedikit demi sedikit diperbaiki. Dengan kata lain ISO 14001 bersifat conformance (kesesuaian), bukan performance (kinerja)

ISO 14001 merupakan standar lingkungan yang bersifat sukarela (voluntary). Standar ini dapat dipergunakan oleh oleh organisasi/perusahaan yang ingin:

  • menerapkan, mempertahankan, dan menyempurnakan sistem manajemen lingkungannya
  • membuktikan kepada pihak lain atas kesesuaian sistem manajemen lingkungannya dengan standar
  • memperoleh sertifikat

Beberapa manfaat penerapan ISO adalah:

  • menurunkan potensi dampak terhadap lingkungan
  • meningkatkan kinerja lingkungan
  • memperbaiki tingkat pemenuhan (compliance) peraturan
  • menurunkan resiko pertanggungjawaban lingkungan
  • sebagai alat promosi untuk menaikkan citra perusahaan

Selain manfaat di atas, perusahaan yang berupaya untuk menerapkan ISO 14001 juga perlu mempersiapkan biaya-biaya yang akan timbul, diantaranya:

  • waktu staf atau karyawan
  • penggunaan konsultan
  • pelatihan

Standar internasional untuk sistem manajemen lingkungan telah diterbitkan pada bulan September 1996, yaitu ISO 14001 dan ISO 14004. Standar ini telah diadopsi oleh pemerintah RI ke dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) menjadi SNI-19-14001-1997 dan SNI-19-14001-1997.

ISO 14001 adalah Sistem manajemen lingkungan yang berisi tentang spesifikasi persyaratan dan panduan untuk penggunaannya. Sedangkan ISO 14004 adalah Sistem manajemen lingklungan yang berisi Panduan-panduan umum mengenai prinsip, sistem dan teknik-teknik pendukung.

Elemen ISO 14001

ISO 14001 dikembangkan dari konsep Total Quality Management (TQM) yang berprinsip pada aktivitas PDCA (Plan – Do – Check – Action), sehingga elemen-elemen utama EMS akan mengikuti prinsip PDCA ini, yang dikembangkan menjadi enam prinsip dasar EMS, yaitu:

  • Kebijakan (dan komitmen) lingkungan
  • Perencanaan
  • Penerapan dan Operasi
  • Pemeriksaan dan tindakan koreksi
  • Tinjauan manajemen
  • Penyempurnaan menerus
  1. Kebijakan Lingkungan

Kebijakan lingkungan harus terdokumentasi dan dikomunikasikan kepada seluruh karyawan dan tersedia bagi masyarakat, dan mencakup komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan, pencegahan pencemaran, dan patuh pada peraturan serta menjadi kerangka kerja bagi penetapan tujuan dan sasaran.

  1. Perencanaan

Mencakup indentifkasi aspek lingkungan dari kegiatan organisasi, identifikasi dan akses terhadap persyaratan peraturan, adanya tujuan dan sasaran yang terdokumentasi dan konsisten dengan kebijakan, dan adanya program untuk mencapai tujuan dan sasaran yang direncanakan (termasuk siapa yang bertanggung jawab dan kerangka waktu)

  1. Implementasi dan Operasi

Mencakup definisi, dokumentasi, dan komunikasi peran dan tanggung jawab, pelatihan yang memadai, terjaminnya komunikasi internal dan eksternal, dokumentasi tertulis sistem manajemen lingkungan dan prosedur pengendalian dokumen yang baik, prosedur pengendalian operasi yang terdokumentasi, dan prosedur tindakan darurat yang terdokumentasi.

  1. Pemeriksaan dan Tindakan Perbaikan

Mencakup prosedur yang secara teratur memantau dan mengukur karakteristik kunci dari kegiatan dan operasi, prosedur untuk menangani situasi ketidaksesuaian, prosedur pemeliharaan catatan spesifik dan prosedur audit kenerja sistem manajemen lingkungan

  1. Tinjauan Ulang Manajemen

Mengkaji secara periodik sistem manajemen lingkungan keseluruhan untuk memastikan kesesuaian, kecukupan, efektifitas sistem manajemen lingkungan terhadap perubahan yang terjadi.

Pada prinsipnya, keenam prinsip ISO 14001 – Environmental Management System diatas dapat dibagi menjadi 17 elemen, yaitu:

  • Environmental policy (kebijakan lingkungan): Pengembangan sebuah pernyataan komitmen lingkungan dari suatu organisasi. Kebijakan ini akan dipergunakan sebagai kerangka bagi penyusunan rencana lingkungan.
  • Environmental aspects (aspek lingkungan): Identifikasi aspek lingkungan dari produk, kegiatan, dan jasa suatu perusahaan, untuk kemudian menentukan dampak-dampak penting yang timbul terhadap lingkungan.
  • Legal and other requirements (persyaratan perundang-undangan dan persyaratan lain): Mengidentifikasi dan mengakses berbagai peraturan dan perundangan yang terkait dengan kegiatan perusahaan.
  • Objectives and targets (tujuan dan sasaran): Menetapkan tujuan dan sasaran lingkungan, yang terkait dengan kebijakan yang telah dibuat, dampak lingkungan, stakeholders, dan faktor lainnya.
  • Environmental management program (program manajemen lingkungan): rencana kegiatan untuk mencapai tujuan dan sasaran
  • Structure and responsibility (struktur dan tanggung jawab): Menetapkan peran dan tanggung jawab serta menyediakan sumber daya yang diperlukan
  • Training awareness and competence (pelatihan, kepedulian, dan kompetensi): Memberikan pelatihan kepada karyawan agar mampu mengemban tanggung jawab lingkungan.
  • Communication (komunikasi): Menetapkan proses komunikasi internal dan eksternal berkaitan dengan isu lingkungan
  • EMS Documentation (dokumentasi SML): Memelihara informasi EMS dan sistem dokumentasi lain
  • Document Control (pengendalian dokumen): Menjamin kefektifan pengelolaan dokumen prosedur dan dokumen lain.
  • Operational Control (pengendalian operasional): Mengidentifikasi, merencanakan dan mengelola operasi dan kegiatan perusahaan agar sejalan dengan kebijakan, tujuan, dan saasaran.
  • Emergency Preparedness and response (kesiagaan dan tanggap darurat): mengidentifikasi potensi emergency dan mengembangkan prosedur untuk mencegah dan menanggapinya.
  • Monitoring and measurement (pemantauan dan pengukuran): memantau aktivitas kunci dan melacak kinerjanya
  • Nonconformance and corrective and preventive action (ketidaksesuaian dan tindakan koreksi dan pencegahan): Mengidentifikasi dan melakukan tindakan koreksi terhadap permasalahan dan mencegah terulang kejadiannya.
  • Records (rekaman): Memelihara rekaman kinerja SML
  • EMS audits (audit SML): Melakukan verifikasi secara periodik bahwa SML berjalan dengan baik.
  • Management Review (pengkajian manajemen): Mengkaji SML secara periodik untuk melihat kemungkinan-kemungkinan peyempurnaan berkelanjutan.
  1. Perusahan – Perusahaan yang Menerapkan ISO 14001
No Nama  Perusahaan Alamat Kategori Industri Badan Sertifikasi
1 PT. KOMATSU Indonesia Jl.Raya Cakung Cilincing km.4 Elektronka/Mesin SGS
2 PT. LG Electronic Indonesia Desa Cikarah Kec. Legok, kab tanggerang banten Elektronika/Mesin TUV International Indonesia
3 PT. Krakatau Steel Wisma baja IV, V dan VIII FI, Jl. Gatot Subroto kav.54 Cable, Steel SGS International
4 PT. Sanyo Eletronic Indonesia EJIP Industrial Park Plot 1A-3, Lemahabang, Bekasi Elektronika/Mesin Sucofindo, ICS
5 PT. Thosiba Consumers Product EJIP Industrial Park Plot 5G, Lemahabang, Bekasi Elektronika/Mesin Sucofindo, ICS
6 PT. Denso Indonesia Corp. Jl. Gaya Motor I No.5 Pt.KEMA Sunter II Kel.Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Elektronika/Mesin PT. KEMA
7 PT. JVC Electrinics Indonesia Complek Industri Surya Cipta Jl. Surya Lestari, Ciampel, Karawang. Elektronika/Mesin PT. KEMA
8 Pt. Samsung Electronics Indonesia Jl. Jababeka Raya Vlok F 29-33, Cikarang Bekasi Elektronika/Mesin Sucofindo, ICS
9 PT. Panasonic Gobel Components

Gobel Industrial Complex, Jl. Teuku Umar Km.44

Elektronika/Mesin ABS
10 PT. Indonesia Epson Industry EJIP Plot 4-E, Lemahabang Bekasi Elektronika/Mesin BVQI
  1. Studi Kasus
  2. Kertas Leces telah menyadari dampak lingkungan atas kegiatan perusahaan yang secara langsung mempengaruhi daya saing produk jadi di pasar. PT. Kertas Leces terletak di Desa Sumber Kedawung Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur  berjarak 112 km sebelah timur Surabaya Berjarak 114 km dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang merupakan pelabuhan ekspor dan impor Berjarak 12 km dari Kota Probolinggo dan 14 km dari pelabuhan laut Probolinggo Terletak pada jalur lalu lintas Surabaya-Banyuwangi. Lokasi PT. Kertas Leces dekat dengan sumber air berasal dari sumber air Rongggojalu, dengan kapasitas 10.000 m3/ jam, yang berjarak lebih kurang 1,7 km dari pabrik. Dengan menggunakan bagasse, limbah pabrik gula sebagai bahan baku utama untuk memproduksi kertas, PT Kertas Leces membuktikan bahwa sangat peduli dengan konservasi lingkungan yang berkelanjutan. Dalam melakukannya, PT Kertas Leces pada akhirnya berkomitmen untuk melestarikan lingkungan secara berkelanjutan melalui kebijakan lingkungan sebagai berikut :
  1. Mencoba yang terbaik untuk mencegah kemungkinan dampak lingkungan yang berbahaya dan hasil produk yang ramah lingkungan dengan meyakinkan konsisten perbaikan dan kesempurnaan pada perlengkapan, peralatan, dan teknologi serta bahan baku substantion.
  2. Melakukan, mempertahankan, meningkatkan dan up-grading Sistem Manajemen Lingkungan dan kampanye secara terus menerus, berkomunikasi dan mendesak bahwa semua karyawannya melakukan upaya tersebut.
  3. Pemantauan, Pendataan dan pelaporan kondisi lingkungan yang berkesinambungan.
  4. Kebijakan Lingkungan ini merupakan komitmen nyata dari seluruh manajemen dan karyawan untuk masalah ini.

Sumber :

https://renggaarnalisrenjani.wordpress.com/2013/04/12/mengenal-iso-14001-sistem-manajemen-lingkungan/

https://bayutama10.wordpress.com/2015/04/30/10-nama-perusahaan-yang-menerapkan-iso-14001/

http://www.kertasleces.co.id/index.php